Senin, 01 Februari 2016

PENANGANAN PERMASALAHAN SOSIAL MEMBUTUHKAN PARTISIPASI MASYARAKAT



Meskipun secara makro Human Development Index (HDI)*  Indonesia mengalami  peningkatan, namun ternyata Kompleksitas permasalahan sosial dari tahun ke tahun terus menunjukkan peningkatan yang signifikan baik dari kuantitas maupun kualitas.  Secara umum hal ini disebabkan oleh  tidak terjangkaunya standar kelayakan hidup faktual oleh kenaikan produk domestic bruto (PDB) per kapita, dalam arti bahwa kenaikan pendapatan per kapita masyarakat tidak bisa menjangkau pemenuhan pertambahan kebutuhan hidup sehari hari sesuai kondisi faktual kekinian, atau dalam kata lain pertambahan daftar kebutuhan sehari hari jauh melebihi peningkatan penghasilan masyarakat,  bila pertambahan kebutuhan hidup mengikuti deret hitung maka peningkatan pendapatan mengikuti deret ukur.   Contoh konkritnya adalah bila pada beberapa dasawarsa lalu orang sudah bisa dikatakan hidup layak dengan tercukupinya kebutuhan sandang, pangan dan papan, maka saat ini standar kelayakan hidup juga meliputi pendidikan, kesehatan, kebutuhan rekreatif dan beberapa kebutuhan sekunder (secondary needs) sedangkan peningkatan pendapatan riil tidak sebesar laju peningkatan kebutuhan faktual. 
 
Pusaran arus globalisasi yang tengah melanda ternyata melahirkan pola hidup hedonisme dan konsumerisme, yaitu gaya hidup yang memuja keduniawian secara berlebihan dan pemenuhan akan barang yang jauh melebihi kebutuhan sebenarnya, gaya hidup ini ikut berkontribusi dalam memperparah   ketimpangan PDB per kapita terhadap standar kelayakan hidup, kondisi inilah yang kemudian menyebabkan disharmoni sosial yang berujung pada permasalahan sosial.  Sementara pembangunan di Indonesia masih berada pada fase pemenuhan kebutuhan fasilitas infrastruktur dasar maka penanganan permasalahan sosial membutuhkan partisipasi yang besar dari masyarakat.
Dari sisi Negara, sesuai pasal  27  ayat 2, pasal 28 huruf H ayat 3, pasal 34 ayat 1 dan 2  UUD 1945 memberi penegasan bahwa setiap warga negara berhak atas kesejahteraan sosial yang sebaik baiknya dan pemerintah wajib melindungi kehidupan dan penghidupan bangsa Indonesia dan berusaha untuk  mewujudkan kesejahteraan sosial bagi setiap warga negara Indonesia. Dengan demikian menjadi tugas konstitusional negara untuk melakukan penanganan terhadap permasalahan sosial di masyarakat, karena pada dasarnya dari 28 (dua puluh delapan) permasalahan sosial yang teridentifikasi kesemuanya merupakan imbas dari kegagalan pelaksanaan pembangunan yang telah dilaksanakan selama ini dan atau mereka yang belum terakses dalam program program pembangunan sehingga  membutuhkan penanganan segera, tidak bisa diambil skala prioritas penanganan karena menyangkut hal hal yang sangat elementer  sehingga merupakan tugas berat yang harus dipikul bersama pemerintah dan masyarakat.
Dari hasil kinerja pada Institusi birokrasi penyedia layanan sosial yang ada saat ini, ada semacam Lack of Capacity (ketimpangan kapasitas) yang menyebabkan penanganan permasalahan sosial tidak menyeluruh dan tuntas. Lack of capacity itu bersumber dari  lack of competency (ketimpangan kompetensi), lack of facility (ketimpangan fasilitas) dan lack of authority (ketimpangan kewenangan). Lack of competency adalah kurangnya kompetensi aparatur pemerintah penyedia layanan sosial  dari sisi basis keilmuan maupun keterampilan tekhnis, hal ini terjadi karena minimnya pendidikan  dan pelatihan spesialisasi keahlian yang diadakan oleh instansi sosial di daerah dan lembaga vertikal di propinsi dan pusat.  Lack of Facility bukanlah semata mata kurangnya anggaran yang dimiliki oleh instansi sosial namun juga mencakup kurangnya atau tidak adanya fasilitas dan infrastruktur pendukung untuk pemberian layanan sosial khususnya didaerah sehingga pelayanan yang diberikan selama ini lebih kepada layanan administratif, tentu hal ini tidak menyelesaikan masalah karena tidak menyentuh  akar permasalahan sesungguhnya.  Lack of Authority  yaitu belum adanya payung hukum yang mengatur kewenangan dan tata hubungan antar stake holder pemangku permasalahan sosial, sehingga dalam pelaksanaan assessment dilapangan sering kali terjadi hambatan.  Hambatan seringkali juga disebabkan oleh belum tertatanya koordinasi antar lembaga penyedia layanan khususnya untuk kegiatan rehabilitasi sosial, pada kenyataan dilapangan sering didapatkan adanya keengganan instansi sosial penyedia layanan untuk melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai proporsinya dengan alasan alasan administrative. Walaupun memang hal ini bisa dimaklumi karena keterbatasan daya tampung dan kegiatan rehabilitasi sosial membutuhkan waktu dan dana yang besar.
Bertolak dari kondisi ini banyak peran yang harus dimainkan oleh masyarakat  terutama di sektor hulu yaitu menciptakan ketahanan sosial, sebagai langkah preventif agar permasalahan sosial tidak sampai terjadi, secara umum ketahanan sosial didefinisikan sebagai bentuk kemampuan dari suatu komunitas dalam mengatasi berbagai resiko akibat perubahan sosial, ekonomi dan politik.  Sedangkan masyarakat yang ber-ketahanan sosial dideskripsikan apabila secara kelembagaan mampu menciptakan suatu kondisi dimana total pelayanan sosial yang dinamis, sensitive dan komprehensif dapat terpenuhi dengan penuh kekeluargaan dan rasa tanggung jawab sosial oleh pranata sosial kemasyarakatan yang dibentuk dari, oleh dan untuk masyarakat, pada kondisi demikian setiap permasalahan sosial dapat secara langsung ditangani oleh masyarakat sendiri.  Jadi ketahanan sosial dapat juga disebut sebagai formulasi awal filter penyaring terjadinya permasalahan sosial di tingkat bawah, hal ini sangat penting dilakukan karena cost recovery untuk rehabilitasi  penyandang permasalahan sosial sangatlah besar, proses dan mekanismenya begitu berliku. 
Peran serta masyarakat sangat diperlukan terutama pada kasus permasalahan sosial yang menyangkut aspek poverty (kemiskinan), Difability (kecacatan), Abondaned (ketelantaran) dan ketunaan. Penanganan permasalahan ini mulai dari deteksi dini, assessment, rehabilitasi, monitoring dan program sustainability-nya membutuhkan partisipasi yang besar dari masyarakat. Sebagai wadah dimana interaksi sosial terbangun, masyarakat harus menjadi subyek bagi upaya upaya penanganan permasalahan sosial. Prinsipnya adalah porsi terbesar penentu keberhasilan penanganan permasalahan sosial adalah masyarakat, ketika pemerintah baru mampu memberi assesment pada faktor faktor tekhnis maka masyarakat harus mendukung pada penanganan hal hal non tekhnis, formulasi kerjanya bertumpu pada azas Share to care, berbagi kepedulian, atau yang dalam terminologi sosial  lazim disebut kesetiakawanan sosial.
Secara Etimologis kesetiakawanan sosial  didefinisikan sebagai sikap dan perilaku yang dilandasi oleh pengertian, kesadaran, keyakinan tanggung jawab dan partisipasi sosial sesuai dengan kemampuan dari masing masing warga masyarakat dengan semangat kebersamaan, kerelaan untuk berkorban demi sesama, kegotong-royongan dalam kebersamaan dan kekeluargaan.  Sedangkan aplikasi dari kesetiakawanan sosial  dalam kehidupan seharĂ­ hari adalah kepekaan dan perhatian akan kondisi masyarakat disekitar serta kesediaan untuk membantu sesama anggota masyarakat yang membutuhkan, meskipun begitu, perhatian dan kesediaan membantu itu tidak boleh diletakkan pada konsepsi charity approach atau dalam rangka pemberian amal, tetapi harus diletakkan dalam kerangka base on human right approach yaitu dalam rangka pemenuhan hak asasi manusia karena pada dasarnya setiap manusia bagaimanapun kondisinya berhak mendapat penghidupan yang layak, sehingga penyandang masalah kesejahteraan sosial yang mendapat assistensi tidak berkurang harkat dan martabat kemanusiaannya karena relasi yang terbangun tidak pada posisi ordinat subordinat, superior inferior tetapi equal sejajar.
Secara normatif aplikasi kesetiakawanan sosial dalam masyarakat selama berabad abad sudah terlembagakan dalam bentuk kearifan lokal  (local wisdom) menjadi nilai sosial yang mempunyai kekuatan mengikat terhadap semua anggota masyarakat. Bentuk bentuk kegiatan seperti gotong royong, sambatan, gugur gunung dan kegiatan serupa dalam istilah lain adalah bentuk riil dari kesetiakawanan sosial tersebut, ketika permasalahan sosial yang ada dalam masyarakat semakin kompleks maka diperlukan suatu penguatan dan perluasan baik pada penetrasi nilai tersebut dalam masyarakat maupun bentuk aplikasi dalam kegiatan riil seharĂ­ hari.
Permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat menyebabkan terganggunya interaksi sosial yang terbangun antar anggota masyarakat sehingga penyandang masalah kesejahteraan sosial tidak bisa melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar, pada kondisi demikian secara keseluruhan akan mengganggu pranata sosial kemasyarakatan sehingga memerlukan penanganan yang serius dan menyeluruh, sementara pemerintah masih berkutat pada penyediaan fasilitas infrastruktur dasar, maka masyarakat harus mengambil peran yang besar dalam upaya penanganan permasalahan sosial yang muncul.
Saat ini nilai nilai kesetiakawanan sosial dalam masyarakat semakin terreduksi oleh nilai nilai individualisme maka harus ada upaya untuk memperkuat nilai nilai luhur itu melalui pelembagaan kearifan lokal (local wisdom) yang berkembang dalam masyarakat, memperkuat dalam hal penetrasi kepada masyarakat  maupun bentuk kegiatan riilnya di masyarakat. Kesemuanya dilakukan agar tercapai suatu bentuk tata kehidupan bermasyarakat yang diliputi kesejahteraan sosial lahir dan batin.

* HDI adalah teori yang dikembangkan oleh ekonom Pakistan Mahbub Ul Haq.
   Sejak tahun 1993 dipakai oleh UNDP untuk mengukur  rangking kesejahteraan  suatu Negara
   Tolok ukur HDI yaitu :
1.          Usia harapan hidup
2.          Tingkat kepesertaan dalam pendidikan.
3.          Standar kelayakan hidup dari PDB per kapita
DAFTAR PUSTAKA
_________________

1. Majalah Kontak sosial, Media Informasi Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, edisi Triwulan 2 tahun 2009.
2. Sinar, Majalah Penyuluhan Sosial, Pusat Penyuluhan Sosial (PUSPENSOS) Departemen Sosial RI, edisi 4 tahun 2009.
3. Sinar, Majalah Penyuluhan Sosial, Pusat Penyuluhan Sosial (PUSPENSOS) Departemen Sosial RI, edisi 147 tahun 2010.































Senin, 25 Januari 2016

PANTAI SINE, ICON BARU PARIWISATA TULUNGAGUNG


Setelah Pantai Popoh surut pamornya sebagai icon pariwisata, kini Pantai Sine layak dikedepankan sebagai icon baru dan masa depan pariwisata di Kabupaten Tulungagung. Semua prasyarat ada padanya, pasir putih yang bersih dan memanjang hingga dua kilometer, ombak yang tenang, lingkungan yang masih asri dan penduduk yang ramah. Dan agaknya hal ini mulai disadari oleh Pemerintah Kabupaten Tulungagung, terbukti dengan mulai dibangunnya beberapa infrastruktur pendukung dan penataan permukiman penduduk.

Pantai Sine berada dalam sebuah  teluk, terlindung oleh gugusan batu karang yang menjorok ke laut sehingga ombaknya relatif tenang, cocok untuk pengembangan aktivitas  water sport, seperti berenang, kano, jet ski dan bahkan Snorkeling dan diving mengingat bahwa disini selain ada terumbu karang alami juga telah ditanam bibit terumbu karang buatan sehingga ke depan menjadi spot menyelam yang bagus. Meskipun disini juga merupakan perkampungan nelayan, kondisi perairan masih sangat bagus, gradasi air lautnya terlihat jelas mulai kehijauan hingga menjadi kebiru biruan yang menandakan kedalaman lautnya dan menurut teman yang telah menyelam disini visibilitas dalam air juga sangat bagus, sangat jelas untuk melihat aneka terumbu karang dan ikan ikan hias yang berseliweran di antaranya.


Diujung sisi barat terdapat batuan karang yang tersusun indah dengan muara sungai yang bersih mengalirkan air tawar ke laut. Ditepian sungai ini juga terdapat hutan yang ditumbuhi tumbuhan mangrove, meliputi bakau, pandan dll. Karena ekosistemnya masih cukup bagus disini dapat kita temukan udang, kepiting bakau dan ikan ikan jenis air payau sehingga cocok untuk spot mancing, menurut penduduk setempat pernah ada pemancing yang mendapatkan ikan jenis predator air payau, yaitu Black Bass, ............... wooow, Mancing Mania  maaaantap !!














Di sisi tengah terdapat perkampungan nelayan yang membentuk komunitas Dusun Sine Desa Kalibatur Kec. Kalidawir, dari mereka inilah ikan ikan segar yang kita konsumsi barangkali berasal mengingat hasil ikan disini cukup banyak sehingga Pemerintah Kabupaten Tulungagung membuat Tempat Pelelangan Ikan (TPI). bila ada sedikit yang kurang disini adalah beberapa pemukiman masih berada di garis sempadan pantai.


Disisi timur ada hutan cemara di lahan sekitar dua hektar, pohon jenis cemara laut ini memang bukan tumbuhan  endemik setempat tetapi hasil penanaman beberapa tahun lalu, dan bagusnya cemara cemara ini tumbuh subur sehingga di lokasi ini udaranya menjadi sejuk dan teduh, cocok buat pengunjung yang lagi pacaran karena suasananya begitu romantis, gemirisik daun daun cemara di hembus  semilir angin yang sepoi sepoi dan  deburan ombak yang tak putus putus menjilat bibir pantai, eehmm !!!



Minggu, 24 Januari 2016

2. AIR TERJUN WATU PRONGOS



Untuk sebuah air terjun yang indah dan megah, nama Watu Prongos terasa agak aneh di telinga dan fikiran saya, tapi ya sudahlah....... apalah arti sebuah nama, kata William Shakespeare, toh  hanya sebuah penanda. 


Sebenarnya air terjun ini sangat tinggi lebih dari seratus meter dan terdiri dari beberapa tingkat, hanya sisi atasnya belum tersibak karena masih diselimuti semak belukar dan tumbuhan tumbuhan efifit yang menempel di sisi tebing. Sehingga bila kita berada di bawah di tempat jatuhan air maka yang terlihat hanya tingkat terbawah sekitar dua puluh meter yang berupa tebing batu lebih menonjol dari tingkat tingkat di atasnya, barangkali inilah kenapa dinamakan Air Terjun Watu prongos, asal banget yaa ???
Air terjun ni adalah spot terbaru yang ditemukan dan dibuka untuk masyarakat umum, jalan kesana lagi lagi masih setapak menembus hutan dan belukar. Letaknya tidak terlalu jauh dari air terjun Jurang Senggani hanya di sisi yang lain dari perbukitan di lereng Gunung Wilis, apakah berasal dari sumber mata air yang sama atau berbeda belum ada yang tahu karena belum ada warga atau explorer yang naik diatas air terjun dan menemukan sumber mata airnya, jadi ini memang masih perawan banget, perawan ting ting ?/!.
Debit air di air terjun Watu Prongos ini lebih besar dari air terjun Jurang Senggani, mungkin karena airnya mengumpul disatu aliran, namun masih sangat aman untuk mandi langsung dibawah air terjun, terdapat kolam kecil dan aliran sungai yang mengalirkan air ke sisi lembah di bawah.  Yang saya heran terdapat udang udang cantik dan hewan air kecil lainnya, padahal seperti kita tahu air terjun ini jauh diatas bukit, siapa ya yang membawa bibit udang dan menaruhnya disana  ????. saya mohon dan berharap pengunjung tidak usah mengambil udang udang ini untuk di masak dan atau untuk alasan apapun, biarlah mereka hidup disana dan menjadi penambah keragaman hayati yang dapat kita lihat setiap kali berkunjung.

Oh ya, hampir lupa, jalan ke tempat ini sama dengan arah ke air terjun Jurang Senggani, pas di tengah hutan ketika ada jalan setapak bercabang dan biasanya disini tempat pengunjung memarkir motor, bila yang lurus ke arah air terjun Jurang senggani maka yang ke arah kanan ke air terjun Watu prongos ini, jalannya lebih ekstrem dan harus lebih berhati hati karena masih berupa tanah gembur yang mudah longsor dan tidak ada pengaman sama sekali paling paling hanya akar pohon dan tumbuhan sulur suluran untuk berpegangan, meski begitu tempat ini  recomended banget, indah tiada tara, jadi nggak usah takut, bayangin aja kita seperti Tarzan yang sedang menjelajah rimba raya, AAAUUOOO  !!!!





Senin, 18 Januari 2016

MENYIBAK EKSOTIKA LERENG GUNUNG WILIS

AIR  TERJUN  JURANG SENGGANI


Tersembunyi  di balik  punggung perbukitan,   di  antara lebatnya rimbunan pepohonan  dan  dari celah tebing batu yang menjulang,  garis garis kesegaran menoreh kokohnya tebing, sisi lereng Gunung Wilis yang perkasa, aah aah lebay banget!! Aapaan sich!! .........Bukan,  Itu hanya ungkapan kekaguman saya pada keindahan Air Terjun Jurang Senggani.


 Memang lereng gunung wilis sisi timur  wilayah Kabupaten Tulungagung tidak habis habisnya menebarkan pesonanya, ketika spot satu terbuka tidak lama kemudian diketemukan obyek obyek baru yang tak kalah mempesona, dari sekian banyak spot yang ada kami akan menghadirkan dalam serial perjalanan edisi Air Terjun Jurang Senggani.










Keberadaan air terjun ini sebenarnya sudah lama diketahui oleh masyarakat dan baru lima bulan yang lalu di buat jalur rintisan berupa jalan setapak membelah hutan lindung dengan vegetasi pepohonan yang lebat dan heterogen. (Salut untuk warga yang mau bersusah payah tanpa dibayar untuk membuat jalur ini dan selalu memperhatikan kelestarian ekosistem, modal yang bagus untuk pengembangan  pariwisata).

Air Terjun Jurang Senggani mempunyai ketinggian elevasi  80 m dari atas tebing sampai jatuhnya air ke dasar lembah dengan bentang  lebar sekitar 100 meter, debit air yang turun tidak terlalu besar sehingga cukup aman untuk mandi langsung dibawah air, dan karena aliran air berasal dari mata air maka kecil kemungkinan terdapat material keras yang hanyut namun meski begitu tidak ada salahnya untuk tetap berhati hati.  Ada dua air terjun utama di samping kiri dan kanan serta beberapa yang kecil di antaranya. Terdapat tumbuhan liar yang menempel di sepanjang sisi tebing tegak, saat ini sedang dibersihkan oleh warga agar lebih jelas tampak penampangnya. Demikian juga sedang dilakukan penataan pada sisi bawah air terjun agar pengunjung bisa lebih nyaman menikmati pemandangan yang tersaji.



Ada satu keanehan, keajaiban barangkali, terdapat tanaman pisang di tebing yang tegak sekitar 30 meter diatas tanah, siapa yang menanam ya!! Subhanalloh !!!




Selain pemandangan air terjunnya, perjalanan menuju ke lokasi juga tak kalah seru dan mengasikkan, starting poin dimulai dari Kecamatan Sendang pertigaan ambil jalan yang lurus jurusan Pesanggrahan Argo Wilis, melewati jalanan kampung yang kondisinya bervariasi mulai aspal mulus, aspal rusak, rabat beton dan makadam. Kemudian masuk kawasan hutan pinus, disinilah perjalanan berasa seperti adventure, temperatur mulai terasa sejuk dan menyegarkan, perjalanan masih bisa dilakukan dengan sepeda motor melewati jalan setapak di sela sela pohon pinus, harap berhati hati dan jaga jarak serta kecepatan, ndak usah ngebut nikmati aja perjalanannya.



Bila anda cukup bernyali dan terampil mengendarai motor serta kendaraannya cukup memadai, anda bisa langsung ke lokasi air terjun, namun bagi yang pengin jalan kaki  motor bisa di parkir di tengah perjalanan, selanjutnya jarak 2  km tidak akan terasa capek karena jalannya tidak terlalu menanjak dan udara yang sejuk tidak menguras banyak tenaga.


Selain mandi banyak aktivitas lain yang bisa dilakukan, berfoto ria tentu banyak spot cantik disini, sedangkan saya lebih tertarik mengamati keragaman vegetasi disini, keragamannya sangat banyak, sangat heterogen, juga ada kupu kupu dan capung warna warni beterbangan berkeliling di sela sela belukar. Jangan lekas beranjak nikmati kesegaran udara disini dan eksplore keindahannya sepuas mungkin. Disarankan agar berkunjung secara berkelompok sehingga bila ada apa apa, motor mogok misalnya bisa saling membantu. Di sebelah air terjun ini ada air terjun lain yang tak kalah cantiknya dan akan kita explore di lain waktu.